Kamis, 20 Desember 2012

PENGENALAN ALAT ALAT KESEHATAN



CAMPUS
MACAM – MACAM ALAT – ALAT KESEHATAN
a.      Stetoskop
Stetoskop atau stethoscope adalah alat kedokteran yang paling sering dikaitkan dengan profesi seorang dokter bahkan sepertinya sudah merupakan simbol seorang dokter. Rasanya belum sah bila seorang dokter tidak memiliki alat ini. Tidak heran kalau  seorang dokter spesialis radiologi ataupun dokter ahli laboratorium klinik  yang jarang sekali perlu melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasiennya secara langsungpun memiliki setoskop.
Stetoskop berasal dari kata Yunani stetos yang artinya dada dan skopein yang artinya memeriksa. Alat kedokteran ini merupakan media untuk menyampaikan suara-suara di dalam tubuh seorang pasien kepada telinga dokter yang memeriksanya.
Fungsi dari stetoskop ini adalah untuk mendengarkan detak jantung, suara usus, dan lain sebagainya. Dengan kemampuannya ini, Stetoskop dapat digunakan pula untuk mengetahui kerja paru-paru dan juga untuk mengukur tekanan darah dengan mendengarkan denyut nadi.
b.      Endoscopy
Endoscopy adalah merupakan alat untuk meneropong organ-organ dalam tubuh manusia tanpa sayatan atau dengan sayatan kulit minimal. Salah satu fungsinya adalah untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada alat-alat pencernaan bagian atas dan juga tenggorokan.
Pemeriksaan / tindakan pengobatan didalam saluran pencernaan yang menggunakan peralatan berupa teropong (Endoscop) Keunggulannya antara lain :
  •  Dapat melihat dengan jelas lokasi dan jenis kelainan dalam rongga saluran cerna
  • Tindakan pengobatan dengan resikonya jauh lebih ringan daripada tindakan operasi.
  • Dapat menggantikan fungsi tindakan operasi, lebih nyaman, biaya lebih murah dan efisien.
  • Hasil pemeriksaan dapat langsung dicetak.
c.      Colonoscopy
Colonoscopy adalah alat kedokteran yang fungsinya untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan bagian bawah. Bagian tersebut dimulai dari rectum, anus sampai dengan usus pada bagian bawah.
d.      Tensimeter

Alat kedokteran ini dipergunakan untuk mengukur tensi atau tekanan darah. Dipergunakan untuk pemeriksaan pasien hipertensi, anemia, dan lain sebagainya. Ada dua jenis tensimeter yaitu tensimeter air raksa dan tensimeter digital.
Tensimeter air raksa di luar negeri saat ini sudah dilarang untuk digunakan lagi karena bahaya dari air raksanya jika tensimeter tersebut pecah. Tensimeter digital sendiri lebih canggih dan praktis dipergunakan, namun harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan yang konvensional.
e.      Termometer

Termometer adalah alat kedokteran yang dipergunakan untuk mengukur suhu tubuh. Ada dua jenis termometer yaitu termometer raksa dan digital. Perbedaannya terletak pada alat pengukurnya.
Termometer berasal dari bahasa Yunani yaitu Thermos yang berarti panas dan meter yang berarti mengukur. Jadi termometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya suhu suatu benda.
Untuk termometer digital, jika suhu tubuh sudah di dapat maka alat tersebut akan mengeluarkan bunyi dengan sendirinya sedangkan termometer raksa sendiri deteksinya memakan waktu yang lama, sehingga kurang efisien untuk dipergunakan. Ini salah satu alat yang wajib dimiliki dan tersimpan di kotak P3K Anda.
f.        CT-Scan

CT- singkatan dari Computed Temography sedangkan Scan adalah foto. Sehingga fungsi dari alat ini tiada lain adalah untuk menghasilkan foto bagian-bagian dalam dari tubuh dengan lebih lengkap dan akurat. Hal ini dikarenakan foto yang dihasilkan dari CT-Scan ini merupakan foto (gambar) bagian dalam tubuh berupa irisan.
g.      X-Ray

 Orang lebih mengenal alat kedokteran ini dengan sebutan Rontgen. Alat ini dipergunakan untuk mengetahui bagian dalam khususnya paru-paru. X-ray menjalankan fungsi kerjanya dengan penggunaan sinar radiasi.
h.      Laparoscopy

  Alat kedokteran ini adalah alat yang berfungsi untuk pembersihan darah. Selain itu, laparoscopy juga dipergunakan untuk melakukan inseminasi.
i.        Alat Cek Darah

Alat cek darah biasanya memiliki tiga fungsi dalam satu alat. Selain untuk mengecek kadar gula darah, juga dapat digunakan untuk mengecek asam urat dan kolesterol dalam darah. Dipergunakan pada pemeriksaan penyakit kolesterol, asam urat, diabetes, dan lain sebagainya.
j.        Ultrasonography (USG)

USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.
USG sering dipergunakan untuk melihat perkembangan janin dalam tubuh ibu hamil, untuk mengecek adanya penyakit lain dalam tubuh seperti kanker, miom, dan lain sebagainya.
k.      Elektrokardiografi (ECG)
Elektrokardiografi adalah alat kedokteran yang fungsinya untuk merekam aktivitas elektro atau kelistrikan yang terjadi di dalam jantung. Hasilnya dapat terlihat pada elektrodiagram. Biasanya dipergunakan pada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan fungsi dari jantung.
Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.

 Semoga Bermanfaat ...

PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH

 
 
 
CARA MENGUKUR TEKANAN DARAH



Tensimeter jarum

Cara Mengukur Tekanan Darah Menggunakan Tensi Meter Jarum~Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang jamak ada disekitar kita. Penyakit ini ditengarai disebabkanoleh adanya gaya hidup yang tidak sehat, mulai dari pola makan, tidak pernah melakukan olah raga, hingga manajemen masalah yang kurang tepat sehingga berdampak munculnya penyakit darah tinggi atau hipertensi ini. Agar tidak terjadi akibat fatal dari penyakit ini, perlu tindakan pencegahan dan pengontrolan terhadap tekanan darah. Salah satunya adalah dengan mengetahu tekanan darah itu sendiri. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan alat ukur yang disebut tensimeter. Tidak ada salahnya sebagai masyarakat awam atau non medik, kita memiliki tensi meter dirumah sebagai alat standar kesehatan yang ada dirumah kita, apakah itu tensimeter digital, tensimeter air raksa atau tensimeter jarum. Namun seperti halnya saya ketika baru pertama kali menggunakan tensi meter jarum kebingungan, bagaimana cara mengetahui angka Sistole dan Diastole yang menunjukkan tingkat tekanan darah kita. Kali ini saya akan bercerita bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah Menggunakan Tensi Meter Jarum sebagaimana yang telah diajarkan oleh kakak saya yang seorang bidan.
Stetoskop

Pertama-tama kenakan sabuk ukur di pangkal lengan kiri yang akan diukur, dan kunci.Kemudian, jangan lupa, tutup katup udara dari pompa tensimeter tersebut dengan mengencangkan sekrup yang ada pada tensimeter. Setelah itu ambil stetoskop yang akan kita gunakan untuk mendengar denyut nadi yang akan diukur. Ingat ! Jangan terbalik meletakkan pada telinga, karena jika terbalik, kita justru tidak bisa mendengar apa-apa ! indikasinya cukup dengan mengetuk-ngetuk ujung stetoskop yang nantinya akan kita tempelkan pada urat nadi yang akan diukur, Jika kedengaran ribut kresek-kresek atau dung-dung-dung ketika diketuk-ketuk, artinya stetoskop sudah terpasang dengan benar ditelinga kita. Oh ya, alat dengar yang ada diujung stetoskop dapat didengar bolak-balik dikedua sisinya, tapi pada saat bersamaan hanya satu sisi yang bisa didengar, ada penyetelannya apakah mau mendengar dibagian punggung stetoskop atau tidak, untuk mengubah posisi dengar ini cukup dengan memutar-mutar kepala stetoskop tersebut.
Setelah sabuk ukur terpasang, kemudian katup udara telah terkunci, stetoskop telah dipasang ditelinga dengan benar, lalu letakkan ujung dengar stetoskop pada posisi nadi yang akan diukur biasanya di panggal lengan itu sendiri atau dipergelangan tangan, dan mulailah memompa udara. Perkirakan posisi jarum pada posisi diatas dari angka pengukuran sang "pasien" yang  biasa, artinya, jika tensi sang "pasien" biasanya Sistole 110 maka posisi jarum bergerak cukup hingga 150 saja, setelah itu pelan-pelan buka katup udara sambil mendengar dengan seksama suara di stetoskop. Oh ya, tangan kanan membuka katup udara, tangan kiri memegang ujung stetoskop pada posisi urat nadi. Buka sedikit demi sedikit katup udaranya, hingga terdengar bunyi detakan yang pertama. Angka yang ditunjukkan jarum ketika terdengar bunyi detakan pertama adalah Sistole atau angka yang diatas, lalu terus dengarkan stetoskop hingga suara denyutannya hilang, ketika denyutan tersebut hilang, maka angka yang ditunjukkan jarum adalah Diastole atau angka yang dibawah. Jadi jika Sistole 110 dan Diastole adalah 90 maka tensi hasil ukur adalah 110/90. Nah mudah bukan ? Tidak perlu datang ke paramedik untuk mengetahui tekanan darah kita sendiri. Dengan sering melakukan kita akan mudah mengukur tensi kita sendiri sehingga kita bisa mengontrol pola makan, pola istirahat dan sebagainya untuk mengontrol tekanan darah kita. Semoga bermanfaat So Nif